Perjalanan Sejarah Panjang Mitsubishi Pajero yang Siap Bangkit Waktu Dekat
Autocorner.id — Nama Mitsubishi Pajero tentu sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta otomotif dunia maupun Indonesia. SUV tangguh ini bukan sekadar mobil berukuran bongsor biasa, melainkan sebuah ikon legenda yang lahir dari ganasnya medan balap reli paling mematikan di dunia, yakni Reli Dakar.
Seiring berjalannya waktu, perjalanan ketangguhan Pajero telah melewati berbagai transformasi antargenerasi. Bahkan, kabar mengenai kehadiran Pajero terbaru yang diproyeksikan siap meluncur kembali membuat jagat otomotif gempar.
Generasi Pertama (1982–1991): Lahirnya Sang Penjelajah Tangguh

Sejarah Mitsubishi Pajero resmi dimulai saat debut pertamanya di ajang Tokyo Motor Show 1981, sebelum akhirnya resmi dipasarkan pada Mei 1982.
Pada awalnya, mobil ini hadir dalam bentuk SUV tiga pintu berukuran ringkas dengan atap kanvas atau hardtop. Namun, demi memenuhi kebutuhan keluarga, Mitsubishi kemudian meluncurkan varian bodi lima pintu dengan jarak sumbu roda (wheelbase) yang lebih panjang pada tahun 1983.
Dominasi Pajero langsung teruji ketika mereka berhasil menjuarai Reli Dakar kategori maraton pada tahun 1983, yang sekaligus mengukuhkan reputasi keandalannya di medan off-road ekstrem.
Baca juga: 5 Cara Jaga Nilai Jual Kembali Mitsubishi Xpander, Pemilik Wajib Tahu!
Generasi Kedua (1991–1999): Era Keemasan dan Teknologi Super Select 4WD
Memasuki era 1990-an, Mitsubishi menghadirkan perombakan besar-besaran pada generasi kedua. Bodi kendaraan dirancang jauh lebih modern, aerodinamis, serta makin nyaman untuk penggunaan harian.
Oleh karena itu, inovasi paling monumental pada generasi ini adalah disematkannya sistem penggerak Super Select 4WD (SS4) serta sistem ABS multimode. Fitur canggih ini memungkinkan pengemudi memindahkan sistem penggerak dari 2 WD ke 4 WD saat mobil sedang melaju hingga kecepatan 100 km/jam.
Pada periode inilah lahir pula varian legendaris Pajero Evolution (1997–1999) yang diciptakan khusus sebagai basis mobil balap Reli Dakar.
Generasi Ketiga (1999–2006): Transisi ke Sasis Monokok
Menginjak era milenium, Mitsubishi mengambil langkah berani dengan menanggalkan sasis tangga (ladder frame) konvensional pada Pajero full-size. Generasi ketiga meluncur menggunakan sasis monocoque (monokok) bersuspensi independen di keempat rodanya.
Perubahan struktur ini secara signifikan meningkatkan stabilitas, kenyamanan berkendara, serta kekakuan bodi saat melibas jalan raya maupun jalur bergelombang. Di samping itu, sistem penggerak diperbarui menjadi Super Select 4WD II yang dikontrol secara elektronik untuk penyaluran tenaga yang lebih presisi.
Generasi Keempat (2006–2021): Puncak Kematangan dan Akhir Era Flagship
Generasi keempat hadir dengan penyempurnaan fitur keselamatan aktif, seperti ASTC (Active Stability & Traction Control), serta mesin diesel canggih 3.2L Common Rail DI-D. Mobil ini terus diproduksi dan dipasarkan secara global hingga akhirnya resmi disuntik mati (discontinued) oleh pabrikan pada tahun 2021 melalui edisi perpisahan Pajero Final Edition.
Sementara itu, di lini terpisah, kepopuleran nama Pajero tetap dilanjutkan secara sukses oleh saudaranya yang berbasis sasis ladder frame pikap, yakni Pajero Sport, yang hingga kini menjadi salah satu SUV terlaris di pasar Indonesia.
Sinyal Kehadiran Pajero Terbaru: Siap Bangkit Kembali!

Meskipun model full-size Pajero sempat dihentikan, antusiasme publik otomotif kembali membara seiring beredarnya kabar mengenai pengembangan generasi Pajero terbaru.
Generasi paling gress ini diprediksi akan lahir kembali dengan membawa perubahan radikal:
- Teknologi Elektrifikasi: Mengusung platform modern dengan opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) berkinerja tinggi.
- Desain Mewah & Futuristik: Menyatukan gaya maskulin khas Pajero dengan kemewahan kabin kelas atas untuk menantang rival di segmen SUV premium.
- Performa 4×4 Canggih: Tetap mengagungkan DNA Super All Wheel Control (S-AWC) agar ketangguhan off-road-nya tidak hilang.
Baca juga: Penjualan Mitsubishi di GIIAS 2026 Lampaui Target, Ini Catatannya!
Kehadiran Pajero terbaru jelas menjadi bukti bahwa nama besar Pajero tidak pernah benar-benar mati. Silsilah panjang dari medan Reli Dakar hingga era elektrifikasi modern membuktikan bahwa mobil ini akan selalu menjadi legenda sejati bagi pencinta SUV di seluruh dunia.
Untuk mengetahui informasi terkini seputar dunia otomotif di Indonesia, jangan lupa untuk follow akun sosial media resmi Autocorner Indonesia.