Fasilitas Manufaktur BYD di Subang Resmi Beroperasi, Kapasitas 150 Ribu Unit
Autocorner.id – Fasilitas manufaktur BYD di Indonesia resmi beroperasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Pabrik ini menjadi fasilitas produksi pertama BYD di Indonesia sekaligus bagian dari strategi perusahaan memperkuat lokalisasi industri kendaraan energi baru (NEV).
Peresmian dilakukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan pemangku kepentingan industri.
Fasilitas manufaktur BYD berdiri di lahan sekitar 126 hektare dengan kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun. Jenama asal Tiongkok itu menyebut pabrik ini dibangun sekitar 20 bulan dan dirancang dengan tingkat otomatisasi tinggi serta sistem produksi cerdas terintegrasi.
Baca juga: Intip Bocoran Penyegaran di BYD Atto 1 Facelift, Makin Modern
Fasilitas Manufaktur BYD Targetkan TKDN 60 Persen

Kehadiran fasilitas manufaktur BYD juga diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan industri lokal. Saat ini, BYD menyebut telah melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok dan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal.
Jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 20.000 tenaga kerja ketika pabrik mencapai kapasitas penuh.
BYD juga mempersiapkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen pada Januari 2027.
“Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri. Transformasi pasar menuju green mobility, khususnya melalui kendaraan berbasis listrik, perlu dibangun dan didorong lebih cepat,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia.
Baca juga: BYD Tech Culture Fest 2026 Tiba di Kota Bandung

Menperin menambahkan, perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren yang positif, dan kehadiran fasilitas produksi BYD menjadi bagian penting dalam momentum tersebut. Pemerintah tidak hanya ingin membangun pasar kendaraan listrik, tetapi juga memastikan perkembangan ini mampu memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi di dalam negeri, termasuk melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.
“Kami melihat BYD telah menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan di pasar Indonesia, dan kami berharap fasilitas produksi ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, tidak hanya bagi BYD, tetapi juga bagi kemajuan industri nasional dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” beber Agus Gumiwang.
Baca juga: Intip Bocoran Penyegaran di BYD Atto 1 Facelift, Makin Modern
BYD M6 DM Jadi Unit ke-100.000

Dalam peresmian tersebut dilakukan prosesi roll-off BYD M6 DM yang disebut sebagai unit ke-100.000 BYD yang diproduksi secara lokal di Indonesia. Proses manufaktur di Subang mencakup tahapan Welding, Painting, dan Final Assembly.
BYD menyatakan fasilitas ini menjadi pabrik ke-13 perusahaan secara global dan bagian dari upaya mengembangkan ekosistem NEV di Indonesia, termasuk manufaktur, rantai pasok, tenaga kerja, serta pengembangan teknologi.
Untuk mengetahui informasi terkini seputar dunia otomotif di Indonesia, jangan lupa untuk follow akun sosial media resmi Autocorner Indonesia.