Genap 100 Tahun, Bosch Edukasi Cara Menjaga Visibilitas Berkendara Saat Hujan
Autocorner.id – Hujan dapat menurunkan jarak pandang pengemudi dan membuat informasi visual di jalan lebih sulit dikenali. Karena itu, menjaga visibilitas berkendara menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung keselamatan, terutama ketika kondisi cuaca berubah.
Dalam diskusi memperingati 100 tahun inovasi wiper Bosch di Jakarta, pada Kamis (3/9/2026) lalu. Kementerian Perhubungan menekankan bahwa keselamatan jalan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kompetensi pengemudi serta dukungan infrastruktur.
Menurut Aan Suhanan selaku Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, melalui Kasubdit Uji Kendaraan Bermotor Kemenhub RI, Heri Prabowo, mengatakan keselamatan harus dijaga sepanjang siklus hidup kendaraan.
“Kegiatan seperti Bosch Safety Driving Campaign ini merupakan salah satu contoh konkret bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan industri dapat memperkuat edukasi keselamatan kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Baca juga: Menghadapi Musim Kemarau, Nih Cara Jaga Kondisi Mobil
Fungsi Penting Wiper dalam Menjaga Visibilitas Berkendara

Dijelaskan pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, informasi visual berperan penting dalam pengambilan keputusan pengemudi.
“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” ujar Yannes.
Ia menjelaskan, hujan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lebih dari 31 persen. Air, kabut, maupun sisa sapuan pada kaca dapat mengurangi kontras pandangan sehingga objek di jalan berpotensi terdeteksi lebih lambat.
Sedangkan Griselda Iwandi selaku Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket menambahkan, kondisi wiper perlu diperiksa secara rutin. Tanda seperti sapuan meninggalkan garis air, suara berdecit, gerakan tidak mulus, atau area kaca yang tidak tersapu merata dapat menunjukkan penurunan performa.

“Idealnya, wiper diganti setiap enam bulan, tetapi kondisi penggunaan juga perlu diperhatikan. Pengemudi tidak perlu menunggu sampai wiper berhenti berfungsi. Ketika hasil sapuannya mulai menurun, itu sudah menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian,” ujar Griselda.
Penggunaan produk yang sesuai, pemasangan optimal, dan keaslian wiper penting untuk diperhatikan. Langkah sederhana ini menjadi bagian dari kesiapan kendaraan untuk membantu pengemudi mempertahankan pandangan saat menghadapi kondisi jalan yang berubah.
Baca juga: Trik Mudah Parkir Paralel Mobil untuk Pemula, Dijamin Langsung Mahir!
Bosch Memahami Pentingnya Peran Wiper Untuk Kebutuhan Masyarakat Saat Darurat

Sejalan dengan perjalanan 100 tahun inovasi wiper Bosch, pabrikan melalui Care for Sight, sebuah inisiatif yang membawa perhatian terhadap pentingnya visibilitas dari sisi produk menuju kontribusi yang lebih nyata bagi masyarakat. Memberikan dukungan bagi kendaraan ambulans di di Indonesia.
Pada pelaksanaannya, Bosch menggandeng Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) dalam memberikan dukungan terhadap ambulans, sebagai bagian dari upaya membantu menjaga kesiapan kendaraan yang memiliki peran penting dalam situasi darurat.
“Kontribusi tersebut tidak dimaksudkan sebagai solusi tunggal terhadap seluruh kebutuhan kendaraan darurat, melainkan sebagai bagian dari komitmen Bosch untuk terus mendorong kesadaran bahwa kesiapan kendaraan merupakan bagian dari ekosistem keselamatan yang lebih luas,” tambah Griselda.
Semangat Bosch tersebut ditujukan untuk membangun kepedulian terhadap keselamatan inilah yang perlu terus diperkuat, tidak hanya melalui inovasi dan kontribusi industri, tetapi juga melalui kebiasaan masyarakat dalam menjalani setiap perjalanan.
Untuk mengetahui informasi terkini seputar dunia otomotif di Indonesia, jangan lupa untuk follow akun sosial media resmi Autocorner Indonesia.