Ketahui Tanda Mesin Overheat Saat Perjalanan, Jangan Anggap Enteng!
Autocorner Indonesia – Sistem pendingin mesin memiliki peran penting untuk menjaga suhu mesin tetap berada pada kondisi kerja yang ideal. Jika sistem ini tidak bekerja optimal, temperatur mesin bisa meningkat drastis dan memicu mesin overheat.
Kondisi ini dapat terjadi pada berbagai kendaraan, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan jauh, menghadapi kemacetan, atau saat suhu lingkungan cukup tinggi seperti pada musim mudik atau liburan. Jika tidak segera ditangani, overheat berpotensi merusak komponen mesin.
Menurut Roni Agung dari Astra Peugeot, pengemudi sebenarnya dapat mengenali gejala awal dari indikator kendaraan.
Baca juga: Tips Mudik dengan Mobil Listrik Ala Chery
“Jika jarum temperatur sudah mendekati batas maksimum atau muncul peringatan suhu mesin, sebaiknya pengemudi segera mengarahkan kendaraanya menepi dan tidak memaksakan kendaraan tetap berjalan. Cara ini sebagai langkah meminimalisir kerusakan fatal,” ujar Roni.
Selain indikator suhu yang meningkat di panel instrumen, tanda lain mesin overheat yang muncul adalah keluarnya uap dari bagian kap mesin. Uap ini biasanya berasal dari cairan pendingin atau coolant yang mendidih akibat suhu mesin terlalu tinggi.

Gejala lain yang bisa dirasakan adalah kinerja AC kabin yang tiba-tiba kurang dingin serta performa mesin yang menurun karena mesin bekerja pada temperatur yang tidak ideal.
Jika tanda-tanda tersebut muncul, pengemudi disarankan segera menepikan kendaraan di tempat yang aman dan mematikan mesin untuk menghentikan proses pemanasan.
Namun, pengemudi tidak dianjurkan langsung membuka tutup radiator saat mesin masih panas karena tekanan pada sistem pendingin dapat menyebabkan cairan panas menyembur keluar dan berisiko menimbulkan cedera.
Baca juga: Teknologi ADAS Bantu Tingkatkan Keselamatan Berkendara, Ini Penjelasannya
“Jika setelah penambahan coolant suhu mesin kembali normal, kendaraan masih dapat dijalankan secara perlahan menuju bengkel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Langkah ini penting dilakukan untuk memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada sistem pendingin, seperti slang radiator atau bagian radiator itu sendiri,” tambah Roni.
Pemeriksaan sistem pendingin secara berkala di bengkel resmi menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko mesin overheat, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh.
Untuk mengetahui informasi terkini seputar dunia otomotif di Indonesia, jangan lupa untuk follow akun sosial media resmi Autocorner Indonesia.