Mengulik Tema “Culture. Evolved” yang Diusung Honda di GIIAS 2026
Autocorner.id – PT Honda Prospect Motor (HPM) mengusung tema besar “Culture. Evolved” di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang hingga 9 Agustus mendatang.
Tema Culture. Evolved yang diusung Honda di GIIAS 2026 memiliki makna yang mendalam. Honda menegaskan bahwa transformasi menuju era elektrifikasi tidak hanya diwujudkan lewat teknologi baru, tetapi juga melalui filosofi, desain, engineering, hingga identitas visual yang tetap mempertahankan karakter khas Honda.
Berangkat dari pergeseran tren di industri otomotif Tanah Air, Honda menilai evolusi harus tetap berlandaskan nilai yang telah membangun merek tersebut selama puluhan tahun.
Filosofi Engineered for Driving Joy menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh lini kendaraan Honda, mulai dari model bermesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik.
Baca juga: Honda di GIIAS 2026 Suguhkan Evolusi Menuju Era Elektrifikasi
Seperti dijelaskan Yusak Billy, Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, “Bagi Honda, elektrifikasi bukanlah perubahan terhadap jati diri kami, melainkan evolusi dari cara kami mewujudkan nilai-nilai yang selalu menjadi fondasi Honda”.
“Melalui tema ‘Culture. Evolved.’, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi, produk, pengalaman, hingga identitas visual akan terus berkembang mengikuti zaman, namun filosofi Engineered for Driving Joy akan selalu menjadi karakter yang menyatukan setiap Honda, termasuk Honda SuperONE sebagai ekspresi terbaru Honda Culture di era elektrifikasi,” ujar Yusak Billy.
Honda SuperONE Jadi Representasi Culture. Evolved

SuperONE lahir dari filosofi Culture. Evolved melalui pendekatan “A Honda First. Electric Second”. Mobil listrik ini dikembangkan dengan tetap mengedepankan karakter berkendara khas Honda meski menggunakan teknologi elektrifikasi.
Ferdianto Budiono, Sales & Marketing Division Head PT Honda Prospect Motor, menegaskan seluruh model Honda dibangun dengan filosofi yang sama.
“Setiap model Honda memang memiliki karakter, teknologi, dan peran yang berbeda sesuai kebutuhan konsumennya. Namun apa pun modelnya, semuanya dikembangkan dengan filosofi yang sama, yaitu Engineered for Driving Joy,” kata Ferdianto.
Ia pun menerangkan, “Itulah yang membuat setiap Honda tetap menghadirkan karakter berkendara yang khas dan tetap terasa seperti sebuah Honda, dari mesin konvensional, hybrid, hingga kendaraan listrik”.
Baca juga: Dealer Honda di Sulawesi Selatan Bertambah, Buka di Gowa dan Malili
Ulik Filosofi Honda

Filosofi Honda sendiri berangkat dari lima prinsip utama, dalam pengembangan model teranyar mereka untuk pasar global, yakni Driving Performance, Purposeful Engineering, Human-Centered Design, Lasting Reliability, dan Timeless Character.
Kelima prinsip tersebut diterapkan secara berbeda pada setiap model, mulai dari Honda Brio, HR-V, BR-V, WR-V, STEP WGN e:HEV hingga CR-V.
Sebagai bagian dari strategi elektrifikasi, Honda juga memperkenalkan logo H baru yang pertama kali digunakan pada kendaraan listrik di Indonesia. Identitas visual tersebut melambangkan arah baru Honda menuju masa depan mobilitas tanpa meninggalkan nilai dan filosofi yang selama ini menjadi fondasi perusahaan.
Honda juga mengumumkan pemesanan Honda SuperONE akan dibuka mulai 5 Agustus 2026, sekaligus menjadi langkah awal konsumen untuk mengenal lebih dekat interpretasi terbaru Culture. Evolved di era elektrifikasi.
Untuk mengetahui informasi terkini seputar dunia otomotif di Indonesia, jangan lupa untuk follow akun sosial media resmi Autocorner Indonesia.