Perawatan Ban Serep Wajib Diperhatikan, Ini Penjelasannya!
Autocorner.id – Ban serep menjadi komponen penting yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan. Padahal, fungsinya sangat krusial saat ban utama mengalami kebocoran atau kerusakan di perjalanan.
Mengutip dari laman resmi Mitsubishi Motors, pabrikan berlogo ‘Tiga Berlian’ itu mengingatkan bahwa kondisi ban serep perlu diperiksa secara berkala agar tetap siap digunakan dalam situasi darurat.
Secara umum, terdapat dua jenis ban serep, yakni space saver yang berukuran lebih tipis dengan velg baja, serta full size yang menggunakan ukuran dan velg sama seperti ban utama.
Baca juga: Cara Aktifkan Fitur Adaptive Cruise Control, Perjalanan Makin Nyaman
Posisi Ban Serep Berbeda di Setiap Model
Lokasi penyimpanan ban serep disesuaikan dengan model kendaraan. Pada Mitsubishi Pajero Sport, ban serep berada di bawah dek bagasi bagian belakang, sedangkan perlengkapan penggantinya tersimpan di panel interior sisi kiri bagasi.
Posisi serupa juga diterapkan pada keluarga Xpander, namun tool kit berada di panel kanan bagasi. Sementara itu, Mitsubishi Xforce menyimpan ban serep di bawah lantai bagasi di dalam kabin dengan tool kit di panel kanan.
Tekanan Angin dan Rotasi Harus Rutin Dicek

Mitsubishi menyarankan tekanan angin ban serep space saver dipertahankan pada 60 PSI, sedangkan ban serep full size mengikuti rekomendasi tekanan ban utama.
Untuk menjaga keausan tetap merata, ban serep full size sebaiknya ikut dalam proses rotasi ban setiap 10.000 kilometer.
Pengguna juga disarankan memberikan penanda setelah ban serep dipasang, misalnya dengan merenggangkan atau membalik penutup bagasi, agar ban utama yang rusak segera diperbaiki.
Baca juga: Oli Mesin Jadi Kunci Jaga Performa Mobil Saat Momen Liburan
Perhatikan Batas Kecepatan dan Kekencangan Mur
Ban serep tipe space saver hanya direkomendasikan digunakan dengan kecepatan maksimum 60–80 km/jam.
Sedangkan ban serep full size tidak memiliki batasan kecepatan khusus karena spesifikasinya sama dengan ban utama.
Setelah penggantian ban selesai, pengemudi juga dianjurkan memeriksa kembali kekencangan mur roda setelah kendaraan menempuh jarak sekitar 100 hingga 200 kilometer untuk memastikan roda tetap terpasang dengan aman.
Untuk mengetahui informasi terkini seputar dunia otomotif di Indonesia, jangan lupa untuk follow akun sosial media resmi Autocorner Indonesia.