Perjalanan Pabrik Hino di Indonesia, Sejak 1982 Hingga Kini
Autocorner Indonesia – Hino terus menegaskan komitmennya sebagai mitra strategi jangka panjang bagi industri transportasi nasional. Salah satu upaya yang dilakukan melalui hadirnya pabrik Hino yang memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Sepanjang 43 tahun perjalanannya, Hino menunjukkan komitmen pabrikan melalui investasi berkelanjutan di sektor manufaktur, penguatan ekosistem industri dalam negeri, serta layanan purna jual terintegrasi untuk mendukung keberlanjutan operasional pelanggan.
Melalui pabrik yang dioperasikan oleh PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Hino membangun basis produksi terintegrasi dengan luas area mencapai 296.000 m² dan luas bangunan lebih dari 169.000 m², didukung oleh 1.548 tenaga kerja.
Fasilitas pabrik Hino memiliki kapasitas produksi terpasang hingga 75.000 unit kendaraan per tahun, yang diproduksi melalui lini manufaktur berstandar Hino Motors Limited, Japan untuk light duty, medium duty hingga bus.

“Komitmen Hino terhadap penguatan industri nasional juga tercermin dari Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk Hino yang telah mencapai di atas 40% ditambah lagi Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) 14.10%, tentu saja ini bukti dari strategi jangka panjang untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal, pengembangan supplier dalam negeri, serta penguatan rantai pasok industri otomotif nasional” ujar Harianto Sariyan, Director PT HMMI.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produk dan komponen Hino yang diproduksi di pabrik yang berlokasi di Purwakarta, Indonesia juga berkontribusi pada pasar global.
Sejak ekspor perdana pada tahun 2011, Hino Indonesia secara konsisten mengekspor kendaraan utuh atau CBU, CKD, serta komponen ke berbagai negara di Asia Tenggara, Amerika Selatan, hingga Asia Timur, seperti Vietnam, Filipina, Bolivia, Haiti, Papua Nugini, Thailand, Malaysia, Pakistan, Taiwan, dan Jepang.
Pencapaian itu menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian dari rantai produksi global Hino.