Cek Kaki-Kaki Mobil Usai Mudik, Ini Panduannya!
Autocorner Indonesia – Perjalanan mudik Lebaran yang menempuh perjalanan jarak jauh, muatan penuh, dan kondisi jalan beragam membuat komponen kaki-kaki mobil bekerja ekstra.
Oleh karena itu, pengecekan setelah perjalanan menjadi penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Sistem kaki-kaki mencakup berbagai komponen seperti shock absorber, per, ball joint, tie rod, bushing arm, link stabilizer, rack steer, hingga sistem pengereman. Semua bagian ini berperan menjaga stabilitas kendaraan dan presisi arah saat melaju.
Hariadi selaku Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menjelaskan, “Perjalanan mudik menjadi salah satu momen berkendara dengan syarat durabilitas, karena kendaraan dipacu untuk menghadapi berbagai kondisi yang tidak menentu”.
Baca juga: Suzuki Bengkel Siaga 2026 Tersedia di 71 Titik Jalur Mudik
“Maka dari itu, penting bagi pelanggan untuk mengecek kondisi komponen mobil, seperti area kaki-kaki. Sebaiknya pastikan kondisinya tetap optimal dan siap untuk digunakan kembali sehari-hari,” jelas Hariadi.
Dengan Mengecek Kaki-Kaki Mobil Mampu Mencegah Kerusakan

Dengan melakukan pengecekan kaki-kaki mobil, pemilik kendaraan dapat melakukan pengecekan awal dengan mengenali perubahan saat berkendara. Misalnya muncul bunyi benturan, setir bergetar, mobil terasa limbung, atau kendaraan cenderung menarik ke satu sisi.
Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada komponen kaki-kaki. Jika ditemukan gejala lainnya, disarankan segera melakukan pemeriksaan di bengkel resmi.
Komponen seperti bushing, ball joint, hingga sistem kemudi berpotensi mengalami keausan akibat beban berat selama perjalanan.
Selain itu, pemilik mobil juga harus mengecek shock absorber yang mungkin melemah, gejalanya membuat mobil terasa memantul berlebih. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan melihat adanya kebocoran oli pada shock.
Selain itu, komponen kemudi seperti tie rod dan rack steer juga perlu diperiksa. Jika setir terasa kurang responsif atau muncul bunyi tidak normal, kondisi ini bisa memengaruhi kontrol kendaraan.
Jika terjadi getaran pada setir atau keausan ban yang tidak merata bisa diatasi dengan spooring dan balancing. Proses ini membantu mengembalikan kestabilan dan menjaga umur pakai ban.
Baca juga: Suzuki e VITARA Resmi Debut di IIMS 2026, Dijual Mulai Rp755 Juta
“Spooring dan balancing sangat penting untuk menjaga stabilitas serta keselamatan. Dengan meluruskan kembali arah roda sekaligus memastikan putaran ban tetap seimbang tanpa getaran, performa berkendara akan kembali optimal,” lanjut Hariadi.
Selain itu, tambah Hariadi, “Perawatan ini juga membantu mencegah keausan ban yang tidak merata sehingga umur pakai komponen kaki-kaki menjadi lebih panjang”.
Suzuki juga memastikan kemudahan servis melalui jaringan bengkel resmi dan aplikasi MySuzuki untuk booking layanan, sehingga pengecekan kendaraan dapat dilakukan lebih cepat dan praktis.
Untuk mengetahui informasi terkini seputar dunia otomotif di Indonesia, jangan lupa untuk follow akun sosial media resmi Autocorner Indonesia.